Selasa, 22 Oktober 2013

Matahari, Pelangi dan Laut.

Di pagi itu awannya sangat indah. Putih dan terlihat seperti hari biasanya, anggun. Dan setiap harinya awan itu selalu menemani laut yang mempunyai ombak yang sangat tenang. Tenang tidak seperti biasa. Karena laut itu tidak mengira hari itu bakal terjadi.


Laut itu mengerti bagaimana rasanya saat air dihempaskan ke karang, laut itu mengerti saat awan itu selalu menemaninya, laut itu mengerti saat burung berterbangan diatasnya, tapi satu yang laut tak mengerti karena ada sosok yang sangat indah bagi laut,yaitu Pelangi.


Pagi itu biasanya laut ditemani oleh awan. Dan tidak biasaanya hari ini laut ditemani oleh sosok yang sangat indah, pelangi.


Pelangi itu menjulang tinggi, lenkungannya seperti senyuman yang tidak pernah diliatnya, namun itu sangat tidak biasa bagi laut karena selain itu pelangi bisa memantulkan warna-warna indahnya sampai relung dasar laut dan membuat laut itu terpesona karenanya.


Pelangi itu tidak memperkenalkan dirinya kepada laut. Dia sangat dingin seperti yang dirasakan awan yang jaraknya dekat dengan pelangi itu. Laut juga tidak tahu mengapa tiba-tiba ada sosok yang menawan untuknya dan bisa membuat ombak-ombak berkejaran bak mengejar pelangi yang pasti tak mungkin dapat karena sangat jauh.


Awalnya, laut itu hanya kagum biasa halnya seperti laut mengagumi awan-awan yang selalu menemaninya. Tapi, lama kelamaan itu tidak biasa. Setiap hari, pelangi itu menemani laut itu seperti awan putih. 


Awalnya memang, laut sangat suka ditemani oleh pelangi setiap harinya, tapi apakah mungkin ini akan berjalan terus-menerus? ternyata tidak. 

Ceritanya berawal saat sosok itu menjulang elok dari asal tempatnya.

Mulanya, memang laut sangat suka ditemani oleh pelangi dan mengisi hari-harinya. Setiap hari pelangi itu datang sangat awal sebelum laut terbangun karena desiran angin yang membuat ombaknya menjadi besar. Laut itu lalu membuka hari nya saat itu, dan dia kaget karena disana sudah ada pelangi yang sudah ada dan memberikan senyuman menawannya untuk laut.

Laut pun ikut tersenyum dengan adanya ombak-ombak yang memecah karang. Dan setiap harinya pelangi itu selalu menghampiri laut dan awan. Bulan itu bulan hujan. tidak ada yang membuat sinar. Dan sangat cocok untuk mereka berdua yang ingin berteman. Berteman tetapi lebih dari teman.

Namun,setelah puluhan hari terlewati, bulan hujan juga terlewati. Ada sosok yang datang dari tempat asalnya, matahari. Matahari itu menyapa semua yang ada dibumi. Dan sepertibiasanya pelangi menemani laut, mereka--laut dan pelangi-- sudah berteman pada saat itu. tapi, laut mempunyai perasaan lebih untuk pelangi.

Saat matahari itu menyapa semuanya yang ada di bumi, pelangi yang saat ituseperti biasanya mengahmipiri laut, dia melihat ada sosok indah untuknya. Pelangi langsung menghapnya. dan pada saat itu laut melihat pelangi, pelangi tersenyum pada matahari, namun ini senyuman yang beda dan senyuman seperti rasa sayang lebih dari dia untuknya--laut. 

Tidak biasanya pelangi memberikan lengkungan warna warninya kepada sosok seperti itu. Dan pada saat sore hari, matahari pulang ke peraduannya dengan berotasi. Dan saat itu juga pelangi meninggalkan laut begitu saja.

Laut heran mengapa ia bisa seperti itu. namun, pada saat suatu hari awan bercerita kepada laut. tidak bercerita seperti manusia pada biasanya yaitu berbicara. Kalau ada sesuatu yang buruk, awan selalu menangis dengan cara hujan secara tiba-tiba. Namun, kalau berita itu terlihat baik, awan itu terlihat biru.

Saat itu juga, awan bercerita. Awan menangis. Dan laut pun tahu, dia sudah dijelaskan semua oleh awan, kalau pelangi itu menyukai matahari yang ayu. pelangi yang hilang secara tiba-tiba itu selalu mengikuti jejak pelangi, sampai sampai jarak matahari yang jauh dari pelangi, pelangi rela mengejar nya hanya untuk bisa bersama dengannya. Namun laut itu hanya mendengarkan awan tentang pelangi saja, laut itu memang ingin menangis seperti awan yang apa apa kalau ada berita buruk selalu menangis dengan lihaynya, tapi ini laut, dia tidak bisa, dan dia menangis dalam diam.

Laut selalu menunggu sosok yang ia sukai karena menawannya sosok itu. Namun sosok itu tidak pernah datang seperti dulu, tidak pernah memberikan senyuman yang membuat laut semangat untuk menjalankan hari-harinya seperti biasanya. Hampir 365 hari ia tak terlihat.

Melupakan pelangi itu sangat sulit bagi laut, karena melupakan itu sama juga merefresh kenangan yang pernah dilalui oleh laut dan pelangi. Sampai pada akhirnya, laut sudah lelah dan dia ingin meninggalkan tempat yang selama ia tempati dan dia tidak tahu akan kembali lagi.

Namun, sebelum laut itu pergi, laut menitipkan pesan untuk pelangi suatu hari nanti dan dititipkan ke awan awan putih itu. setelah laut pergi entah kemana, beberapa hari kemudian, pelangi datang ketempat awan dan laut awalnya bersama. namun, awan hanya diam, tak berkata dan dia hanya memberikan titipan laut.


Dear Pelangi,

Hai pelangi! bagaimana dirimu? mengapa engkau jarang sekali ketempatku? aku rindu dengan lengkungan senyum dan warna mu yang selalu mewarnai hari-hari ku. mengapa engkau pergi secepat itu dan tak pernah kembali lagi. ada apa dengan dirimu?  Apa yang salah denganku? 

Bagi dunia yang pernah dipertemukan olehmu, dirimu sangat biasa aja. tapi bagiku, dirimu jauh lebih sempurna dari awan putih. mengapa engkau pergi? apakah kau tak tahu? melupakanmu sangat susah bagiku, sangat membutuhkan waktu yang sangat lama. aku sangat rindu kepadamu, tapi asal kamu tahu, aku rindu sifat mu yang dahulu sebelum kamu bertemu dengan matahari, karena... karena aku mencintaimu. aku tahu walaupun aku begini, tetap saja kamu malah menyukai matahari.

1 tahun sudah terlewati tanpa mu? Apakah kamu gila membiarkan diriku disakiti karena memendam rasa rinduku yang tersbalaskan olehmu? Apakah kamu tidak merasa dari dulu aku pernah mencintaimu hingga sekarang. Aku sangat rindu padamu, tapi satu yang harus kamu jangan mencariku, karena aku berpindah tempat, aku ingin melupakanmu. memang laut banyak dimana mana, tapi naluriku tidak ada dilaut, naluriku ada disuatu tempat yang tidak kamu ketahui dan tak akan pernah kamu ketahui. Aku mencintaimu.

Love,


Laut.

Setelah membaca surat itu. Pelangi merasa dirinya sangat bodoh, karena dia tidak peka ada sosok yang mencintainya. Namun, satu yang sangat pasti, antara senang dan sedih setelah membaca surat ini, sedih karena dia tidak bisa mencari dan telah ditinggalkan oleh sosok seperti laut dan senang karena tahu perasaannya terbalaskan oleh laut, karna pelangi sudah mencintai laut sejak awal pertemuannya dan satu hal yang pasti tentunya, dia tidak mencintai matahari, karena matahari adalah teman terbaik pelangi sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar